contoh dialog

Talent: Piyan, Rusli, Sanip, Anwar

Piyan masih duduk di bawah pohon di pinggir sawah. Tiba-tiba dikejauhan terdengar suara memanggil-manggil namanya. Rupanya dari arah pematang sawah, Rusli, Sanip dan Anwar berlari-lari menghampiri Piyan.

Rusli, Sanip, Anwar (OS)

Piyan,,,,piyan,,,hoiii

Sambil terengah-engah, Rusli, Sanip dan Anwar duduk di sebelah Piyan.

Rusli

Yan, buku dongeng anak-anak yang kamu pinjam kemarin

Sudah selesai kamu baca belum?

Sanip

Setelah kamu, aku dulu ya Yan…!

Rusli

Heh, aku dong.

Dari kemarinkan aku sudah bilang ke Bang Saiful

Setelah Piyan aku yang mau pinjam.

Anwar

Gini aja.  Daripada kalian berebut, mending aku aja yang duluan

Anwar mengambil buku dongeng di sebelah Piyan. Rusli dan Sanip tiba-tiba ikut berebut

Piyan

Heh, kalian jangan berebut gitu. Nanti bukunya robek

Benar saja. Buku yang diperebutkan Rusli, Sanip dan Anwar robek.

Piyan

Nahkan, apa aku bilang.

Piyan segera mengambil robekan buku yang ada di tangan Rusli, sanip dan anwar. Mereka tampak tegang tak percaya apa yang sudah mereka perbuat.

Piyan

Waduh, gimana ini. Pasti bang Saiful marah.

Burung-burung pemakan padi terbang. Menari-nari di langit. Sementara Piyan, Rusli, Sanip dan anwar terlihat cemas. Pikiran mereka juga terbang. Tapi entah kemana.

Comments

Popular posts from this blog

Pengertian Tipe Data char Bahasa C++

Soal Ujikom KLS X