Cara Membuat Fungsi dalam Bahasa C++

 

Cara Membuat Fungsi dalam Bahasa C++

Berikut format dasar cara penulisan fungsi dalam bahasa C++:

1
2
3
4
5
tipeDataKembalian namaFunction() {
  // Isi function disini...
  // Isi function disini...
  return nilai;
}

Bagian tipeDataKembalian diisi dengan tipe data nilai yang dikembalikan sebuah fungsi. Tipe data ini sudah kita pelajari sebelumnya seperti intdouble atau string.

Jika suatu fungsi tidak mengembalikan nilai, tipeDataKembalian ditulis sebagai void. Sebuah fungsi yang tidak mengembalikan nilai kadang disebut juga sebagai procedure.

Penulisan namaFunction boleh bebas, tidak ada standar penamaan tertentu untuk fungsi bahasa C++ selama mengikuti aturan penulisan identifier, yakni tidak boleh di awali angka dan tidak boleh mengandung spasi.

Beberapa ada yang menyukai menulis dalam snake_case, dimana nama fungsi ditulis dalam huruf kecil semua dan setiap kata dipisah dengan underscore ” _ “, contohnya seperti cari_nama_mahasiswa()proses_form_input() atau tampilkan_harga_barang().

Beberapa ada yang menyukai gaya camelCase,dimana karakter pertama nama fungsi ditulis dengan huruf kecil, kemudian setiap karakter pertama kata berikutnya dalam huruf besar. Antar kata tidak boleh mengandung spasi. Contohnya seperti cariNamaMahasiswa()prosesFormInput() atau tampilkanHargaBarang().

Setelah penulisan namaFunction, terdapat tanda kurung ” () “. Nantinya tanda kurung ini bisa diisi dengan parameter atau argumen (akan kita bahas dalam tutorial setelah ini).

Isi dari function berada dalam tanda kurung kurawal yang bisa terdiri dari 1 sampai ribuan baris kode program tergantung kompleksitas aplikasi yang dibuat.

Jika fungsi tersebut mengembalikan nilai, maka jalankan perintah return seperti di baris 4. Mengenai perintah return ini akan kita bahas dalam tutorial terpisah.

Pendefinisian User Defined Function harus ditulis di luar function main() seperti format berikut:

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
#include <iostream>
 
using namespace std;
 
tipeDataKembalian namaFunction() {
  // Isi function disini...
  // Isi function disini...
  return nilai;
}
 
int main()
{
  // Jalankan function
  namaFunction()
     
  return 0;
}

Dalam contoh format di atas, pendefinisian function ada di baris 5 – 9. Ketika sebuah function di definisikan, function tersebut belum berjalan. Disini kita hanya memberitahu compiler bahasa C++ bahwa sebuah function sudah disiapkan.

Agar bisa berjalan, sebuah function harus “dipanggil” dengan cara menulis nama fungsi tersebut di dalam method main(). Inilah yang dilakukan oleh perintah di baris 14.

Mari kita lihat contoh praktek dari cara membuat function di C++.


Contoh Kode Program Fungsi Bahasa C++

Dalam kode program berikut ini saya membuat sebuah fungsisapaDuniailkom() yang ketika dijalankan akan menampilkan teks “Halo Duniailkom”:

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
#include <iostream>
 
using namespace std;
 
void sapaDuniailkom() {
  cout << "Halo Duniailkom" << endl;
}
 
int main()
{
  sapaDuniailkom();
  sapaDuniailkom();
  sapaDuniailkom();
 
  return 0;
}

Hasil kode program:

Halo Duniailkom
Halo Duniailkom
Halo Duniailkom

Function sapaDuniailkom() tidak mengembalikan nilai, sehingga tipeDataKembalian diisi dengan keyword void. Isi dari fungsi sapaDuniailkom() sendiri hanya 1 perintah, yakni cout << "Halo Duniailkom" << endl seperti di baris 6.

Setelah di definisikan, sebuah fungsi bisa dijalankan berkali-kali, inilah yang saya lakukan antara baris 11 – 13. Setiap kali perintah sapaDuniailkom() dijalankan, akan tampil teks “Halo Duniailkom” di layar.

Sebuah kode program bisa saja memiliki banyak fungsi. Berikut contohnya:

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
#include <iostream>
 
using namespace std;
 
void sapaLisa() {
  cout << "Hai Lisa" << endl;
}
 
void sapaSari() {
  cout << "Morning, Sari" << endl;
}
 
void sapaRudi() {
  cout << "Halo bro,.." << endl;
}
 
int main()
{
  sapaLisa();
  sapaSari();
  sapaRudi();
 
  return 0;
}

Hasil kode program:

Hai Lisa
Morning, Sari
Halo bro,..

Kali ini saya mendefinisikan 3 fungsi di dalam kode program, yakni function sapaLisa()sapaSari() dan sapaRudi(). Setiap fungsi berisi perintah cout yang berbeda-beda.


Variabel di Dalam Function

Untuk fungsi yang kompleks, kita bisa menulis variabel di dalam fungsi tersebut. Berikut contoh penggunaannya:

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
#include <iostream>
 
using namespace std;
 
void hitungLuasSegitiga() {
  double alas = 5;
  double tinggi = 7;
  double luas = (alas * tinggi) / 2;
  cout << "Luas segitiga adalah: " << luas << endl;
}
 
int main()
{
  hitungLuasSegitiga();
 
  return 0;
}

Hasil kode program:

Luas segitiga adalah: 17.5

Kali ini saya mendefinisikan function hitungLuasSegitiga() di baris 5 – 10. Sesuai dengan namanya, fungsi ini dipakai untuk menghitung luas segitiga.

Di dalam fungsi hitungLuasSegitiga() terdapat variabel alastinggi dan luas yang semuanya bertipe double. Variabel alas diisi angka 5 dan variabel tinggi diisi angka 7. Sedangkan variabel luas akan diisi hasil perhitungan (alas * tinggi) / 2, yakni rumus untuk mencari luas segitiga. Kemudian perintah cout di baris 9 akan menampilkan hasil perhitungan.

Untuk menjalankan fungsi ini, harus di panggil dengan perintah hitungLuasSegitiga() dari dalam function main() seperti di baris 14.


Dalam tutorial C++ kali ini kita telah berkenalan dengan fungsi atau function, termasuk membahas pengertian fungsi serta cara pembuatan fungsi dalam bahasa C++.

Comments

Popular posts from this blog

Pengertian Tipe Data char Bahasa C++

Soal Ujikom KLS X